Ketua DPRD Kukar: Prestasi MTQ adalah Kebanggaan Seluruh Kutai Kartanegara

img

Camat Loa Janan,Hery Rusnadi Didampingi oleh Istri Menerima Piala yang Diserahkan Bupat Kukar

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kecamatan Loa Janan berhasil meraih juara umum II dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, yang menilai prestasi ini sebagai bukti semangat keagamaan dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an semakin kuat.

Ahmad Yani menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya atas keberhasilan kafilah Kecamatan Loa Janan yang mampu menorehkan prestasi membanggakan di tingkat kabupaten. Menurutnya, hasil ini adalah buah dari kerja keras, semangat belajar, serta dukungan seluruh masyarakat dan pembina keagamaan di wilayah tersebut.

“Kalau bicara dapil, tentu kita ikut bangga. Tapi yang lebih penting bukan hanya kemenangan satu daerah, melainkan semangat bersama dalam mengharumkan nama Kutai Kartanegara,” ujarnya pada Jumat (31/10/2025).

Ia menegaskan bahwa setiap prestasi dalam ajang MTQ tidak hanya menjadi milik kecamatan tertentu, tetapi merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Kukar. Sebab, keberhasilan itu mencerminkan kesungguhan seluruh pihak dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di daerah.

“Siapa pun yang berprestasi, itu adalah prestasi Kutai Kartanegara. Tidak ada sekat antar wilayah, semua kemenangan adalah untuk daerah kita tercinta,” tegas Ahmad Yani.

Lebih lanjut, ia mendorong agar prestasi yang telah diraih Kecamatan Loa Janan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan generasi Qur’ani di masa mendatang. Pembinaan tersebut, katanya, harus berkelanjutan agar prestasi MTQ Kukar terus meningkat di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kita harap pembinaan terus dilakukan. Jangan berhenti di sini, tapi terus dikembangkan agar kualitas peserta kita semakin baik ke depan,” ujarnya.

Ahmad Yani juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam memperkuat kegiatan keagamaan seperti MTQ. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci untuk menjaga semangat religius masyarakat Kukar.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa esensi dari MTQ bukan hanya perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagaimana ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Yang paling utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an bisa kita amalkan. Itulah kemenangan sejati yang harus kita capai,” pungkasnya.(adv)